Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

ZIARAH KUBUR ITU UNTUK MENGINGATKAN KITA TENTANG KEHIDUPAN AKHERAT

Oleh Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, MHI Rasulullah bersabda: “Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat." (HR. Al Hakim, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami) Mari kita Lihat hadits di atas, dulu Rasulullah melarang ziarah kubur, kemudian karena ada kemashlatan darinya maka Rasul memerintahkannya: Kemaslahatan apa saja itu: 1. Melembutkan hati 2. Meneteskan air mata 3. Dan mengingatkan kita terhadap kematian dan hari akherat. :white_check_mark: Lantas apakah kita pantas, meminta urusan harta benda di kuburan padahal Nabi memerintahkannya agar kita ingat kematian. :no_entry: Jadi kalau ziarah kubur tujuannya untuk urusan dunia seperti minta fulus, minta warungnya laris, minta dapat jodoh, dll. Itu semua menyalahi maqashid (tujuan) dari syariat ziarah kubur itu sendiri. Adapun macam ziarah kubur sbb: TIG...

Wanita adalah Aurat

Gambar
  Rasulullah Saw bersabda : “Aku diperlihatkan di surga, maka yang aku lihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir, dan aku diperlihatkan neraka, maka aku lihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” (HR.Imam Ahmad dan Muslim) Hadis di atas, bukan berarti menjustifikasi kalau orang fakir itu pasti lebih utama dari pada orang kaya. Namun yang di maksud adalah, bahwa mayoritas penghuni surga kelak adalah orang miskin, dan orang kaya cuma sedikit. Karena dalam faktanya, kebanyakan penduduk dunia adalah orang-orang fakir. Jadi bukan faktor kemiskinan itu sendiri yang menyebabkan mereka masuk surga, namun penyebabnya adalah karena selama di dunia mereka beramal baik walau pun keadaan mereka miskin. Sedangkan orang miskin yang tidak beramal baik dan tidak menjadi orang saleh, tetap tidak mempunyai keutamaan untuk tidak masuk surga. Menurut Syaikh Al Azizi , hakikat lahirnya hadist tersebut dimaksud untuk menganjurkan umat islam agar tidak hanya terfokus...

Agama Islam

Gambar
Agama Allah SWT :: Agama Tauhid :: Agama Islam Definisi Islam menurut syari’at (terminologi) berada pada dua keadaan: Pertama: Apabila Islam disebutkan sendiri tanpa diiringi dengan kata iman, maka pengertian Islam mencakup keseluruhan agama, baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), seluruh masalah ‘aqidah, ibadah, keyakinan, perkataan dan perbuatan. Jadi pengertian ini menunjukkan bahwa Islam adalah pengakuan dengan lisan, meyakininya dengan hati dan berserah diri kepada Allah Azza wa Jalla atas semua yang telah ditentukan dan ditakdirkan. Kedua: Apabila Islam disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka yang dimaksud dengan Islam adalah perkataan dan amal-amal lahiriyah yang diri dan hartanya terjaga dengan perkataan dan amal-amal tersebut, baik dia meyakini Islam ataupun tidak. Sedangkan kalimat iman berkaitan dengan amalan hati. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla : قُلُوبِكُمْ فِي الْإِيمَانُ يَدْخُلِ مَّاوَلَ أَسْلَمْنَا قُولُوا وَلَٰكِنْ تُؤْمِ...

Pengertian "ISLAM"

Gambar
Pengertian Islam dari Segi Etimologis (bahasa) dan Terminologis Pengertian Islam: Etimologis Secara etimologis (asal-usul kata) kata “Islam” berasal dari bahasa Arab: salima yang artinya “selamat.” Dari kata itu terbentuk aslama ( أسلم ) yang artinya “untuk menerima, menyerahkan diri, atau tunduk dan patuh” dan dalam pengertian yang lebih jauh kepada Tuhan. Dan dari kata  aslama  itulah terbentuk kata Islam . Kata “Islam” berasal dari akar kata Arab,  SLM  ( Sin, Lam, Mim ) yang berarti “kedamaian, kesucian, penyerahan diri, dan ketundukkan.”  Pemeluk islam disebut Muslim (Muslimin untuk laki-laki dan Muslimat untuk perempuan). Orang yang memeluk Islam berarti menyerahkan diri kepada Allah dan siap patuh pada ajaran-Nya. Ada juga pendapat, akar kata yang membentuk kata “Islam” setidaknya ada empat yang berkaitan satu sama lain. Aslama . Artinya menyerahkan diri. Orang yang masuk Islam berarti menyerahkan diri kepada Al...