Postingan

Menampilkan postingan dengan label Umat Muhammad

ZIARAH KUBUR ITU UNTUK MENGINGATKAN KITA TENTANG KEHIDUPAN AKHERAT

Oleh Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, MHI Rasulullah bersabda: “Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat." (HR. Al Hakim, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami) Mari kita Lihat hadits di atas, dulu Rasulullah melarang ziarah kubur, kemudian karena ada kemashlatan darinya maka Rasul memerintahkannya: Kemaslahatan apa saja itu: 1. Melembutkan hati 2. Meneteskan air mata 3. Dan mengingatkan kita terhadap kematian dan hari akherat. :white_check_mark: Lantas apakah kita pantas, meminta urusan harta benda di kuburan padahal Nabi memerintahkannya agar kita ingat kematian. :no_entry: Jadi kalau ziarah kubur tujuannya untuk urusan dunia seperti minta fulus, minta warungnya laris, minta dapat jodoh, dll. Itu semua menyalahi maqashid (tujuan) dari syariat ziarah kubur itu sendiri. Adapun macam ziarah kubur sbb: TIG...

Godaan Iblis terhadap Umat Muhammad

Gambar
Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a , Iblis berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada orang yang menunda-nunda salatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia hendak menjalankan salat, saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari berkata kepadanya, ‘Masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan’. Maka ia menunda salatnya, dan kemudian salat diluar waktunya. Akibatnya dengan salat yang dikerjakan diluar waktunya, itu akan dipukul di kepalanya.” Iblis melanjutkan, “kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya. Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia menjalankan salat. Mereka terus saya ganggu. Saat sedang salat, saya berkata kepadanya, ‘Lihatlah ke kanan dan ke kiri’. Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian s...