Wanita adalah Aurat

 

Rasulullah Saw bersabda :
“Aku diperlihatkan di surga, maka yang aku lihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir, dan aku diperlihatkan neraka, maka aku lihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.”(HR.Imam Ahmad dan Muslim)

Hadis di atas, bukan berarti menjustifikasi kalau orang fakir itu pasti lebih utama dari pada orang kaya. Namun yang di maksud adalah, bahwa mayoritas penghuni surga kelak adalah orang miskin, dan orang kaya cuma sedikit. Karena dalam faktanya, kebanyakan penduduk dunia adalah orang-orang fakir. Jadi bukan faktor kemiskinan itu sendiri yang menyebabkan mereka masuk surga, namun penyebabnya adalah karena selama di dunia mereka beramal baik walau pun keadaan mereka miskin. Sedangkan orang miskin yang tidak beramal baik dan tidak menjadi orang saleh, tetap tidak mempunyai keutamaan untuk tidak masuk surga.


Menurut Syaikh Al Azizi, hakikat lahirnya hadist tersebut dimaksud untuk menganjurkan umat islam agar tidak hanya terfokus pada kehidupan duniawi, serta menganjurkan pada kaum wanita agar memelihara agamanya supaya tidak masuk neraka sebagaimana disebutkan oleh Nabi saw. “Aku diperlihatkan di neraka, kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita"

Lebih lanjut, juga dijelaskan mengapa “wanita kebanyakan masuk neraka”. Kenyataan ini terjadi karena hanya sedikit dari para wanita yang taat kepada Allah, Rosul, dan Suaminya. Mereka juga memperlihatkan perhiasannya, mengingkari suaminya, dan tidak mau bersabar menghadapi berbagai cobaan.


Sedangkan yang dimaksud dengan menampakan perhiasan, adalah seorang wanita yang keluar dari rumahnya dengan maksud membuat fitnah, yakni dengan mengenakan pakaian yang indah-indah untuk bergaya, bersolek, dan mempercantik diri. Pasalnya, meskipun diri wanita itu selamat dan aman, namun belum tentu orang lain (lelaki) akan selamat dari fitnah.

Oleh karena itu Rosulullah Saw.bersabda:
“Wanita adalah aurat, maka jika ia keluar dari rumahnya, ia diawasi setan. Dan wanita akan lebih dekat kepada Allah apa bila ia berada di rumahnya.”


Yang dimaksud bahwa wanita itu ‘Aurat’ adalah, karena jika seorang wanita menampakan dirinya pada lelaki lain dan jika ia keluar dari rumahnya, pasti akan diintai setan, disesatkan, lalu dijerumuskan olehnya sampai jatuh ke jurang fitnah, sekalipun setan itu berupa manusia. Dan untuk lebih baiknya, yakni agar lebih dekat kepada Allah hendaknya ia berada dirumah.


Hatim Al Asham mengatakan, “Wanita salehah adalah tiang agama dan pembentuk kemakmuran rumah tangga serta mendorong keluarganya untuk taat kepada Allah SWT. Dan wanita yang ingkar adalah yang membuat hancur hati suami, sedangkan mereka tertawa-tawa.”



Menurut Abdullah bin Umar,
tanda-tanda wanita ahli neraka adalah mereka yang tersenyum kala berhadapan dengan suaminya dan berkhianat kala di belakang suaminya.”


Sedangkan Hatim Al Asham menunjukkan tanda-tanda wanita salehah sebagai berikut :
1.Wanita yang cintanya kepada suami, dilandasi atas rasa takut kepada Allah SWT.
2.Wanita yang merasa kaya, lantaran selalu bersikap Qana'ah atau merasa cukup atas pemberian Allah.
3.Perhiasannya adalah dermawan atas harta yang dimilikinya.
4.Ibadahnya adalah melayani suami dengan baik.
5.Cita citanya adalah mempersiapkan diri untuk kematian.


Yang termasuk dosa besar bagi istri adalah, wanita yang bersuami pergi dari rumah tanpa izin suaminya, sekalipun untuk bertaziyah atas kematian orang tuanya. Disebutkan dalam kitab Al Ahya jus II,hal 72 karya Imam Ghazali

“Bahwa ada seorang lelaki bepergian jauh, kemudian berpesan kepada istrinya agar tidak turunh dari atas kebawah, yakni dari rumahnya kerumah orang tuanya. Semasa suaminya pergi,ayah sang istri tiba-tiba sakit. Kemudian wanita itu mengutus seseorang kepada Rosul untuk meminta izin, kalau dirinya ingin turun sejenak guna menjenguk ayahnya.


Maka Rasulullah saw bersabda “Taatilah Perintah Suamimu Dan Jangan Turun”. Akhirnya ayahnya meninggal. Lalu wanita itu meminta izin lagi kepada Rosulullah untuk di perkenankan turun menyaksikan jenazah ayahnya. Rosulullah pun bersabda “Taatilah suamimu dan jangan turun.” lebih lanjut ayahnya dimakamkan.


Kemudian Rasulullah mengutus seseorang kepada wanita itu untuk menyampaikan pesannya, yakni Allah SWT telah mengampuni ayahnya karena Ketaatan wanita itu terhadap suaminya.

Komentar